Blogger Widgets

Senin, 22 Desember 2014

Untuk mu....Bunda

Seteguk kata yang sekiranya akan Ananda sampaikan lewat deretan tulisan singkat ini, akan Ananda awali dengan kata "Maaf" dan "Terimakasih" untuk mu Bunda di Pulau seberang. 



Berbicara tentang sosok wanita mulia yang telah mengandug kita selama 9 bulan 10 hari, tidak akan pernah ada habisnya. Siapa yang tidak kenal dengan peringatan hari ibu yang jatuh tepat pada tanggal 22 Desember. Sesuai dengan Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 oleh presiden pertama Indonesia Soekarno. Bahkan di dalam islam tidak mengenal hari tertentu untuk mengistemewakan ibu karena sesuai dengan sabda Rasulullah SAW " Seandainya kita diberi kemampuan untuk membayar ASI, tidak ada seorang pun yang mampu membalas jasa seorang ibu.

# Untuk Mu... Bunda 
Aku dilahirkan 21 tahun silam,tepatnya tanggal 20 september 1993. Lahir dari rahim seorang wanita luar biasa, wanita penuh semangat, wanita yang membuat ku terkagum-kagum, wanita yang membuatku begitu ingin selalu di dekatnya. Beliau bernama Arliana, nama yang membuat ku terpesona mendengarnya.Beliau lahir pada tanggal 4 April 1972 silam

Bunda....
Lewat catatan kecil ini, Ananda ingin menyampaikan rasa maaf dan terimakasih Ananda untuk Bunda. Selama 21 tahun terlewati bagitu banyak hal yang Bunda berikan untuk Ananda dan Adik-adik. Ananda tahu, selama ini Ananda belum bisa memberikan apapun yang terbaik untuk Bunda. Tapi percaya lah Bunda, di sini di tanah rantau ini, Ananda akan berusaha mempersembahkkan yang terbaik untuk Bunda.

Bunda.. Ananda tahu perjuangan Bunda untuk menyekolahkan Ananda dan adik-adik sungguh luar biasa. Seandainya saja detik ini Ananda ada di samping Bunda, Ananda ingin menghapus setiap tetes keringat yang bengalir di kening Bunda. Membantu Bunda membuat kue-kue yang akan dijual.

Bunda....Ada banyak mimpi yang ingin Ananda persembahkan  untuk Bunda. Walaupun Ananda tahu tidak akan cukup semuanya membalas seluruh cinta yang Bunda beri. Namun selagi nafas ini masih berhembus Ananda akan selalu membuat senyum indah di wajah Bunda.

Bunda... rasanya sesak jiwa ini ketika harus melihat Bunda bekerja keras untuk Ananda dan Adik-adik, memenuhi segala tuntutan kami. Rasanya durhaka Ananda, Bunda. Membiarkan Bunda berpeluh menyiapkan segalanya untuk Ananda, mengerjakan apa saja yang bisa Bunda lakukan untuk Ananda dan adik-adik. Sungguh Bunda, engkau adalah gua pertapaan yang begitu indah yang Tuhan berikan, engkau adalah bidadari bersayapkan biang lala Bunda. 

Bunda...
tidak ada perkara apapun yang sekiranya bisa Ananda berikan untuk membalas keringat Bunda, cinta dan ketulusan Bunda. Namun tahukah Bunda, ada satu catatan dalam list hidup Ananda yang ingin sekali Ananda persembahkan untuk Bunda. Kelak Ananda ingin melihat Bunda berada di tanah Suci, kelak Ananda ingin, Bunda bisa mencium Hajar Aswat. Untuk itu Bunda doakan selalu Ananda di tanah rantau ini .. Ridhoi setiap langkah Ananda, Bunda. Agar kelak Ananda lah orang yang bisa memberangkatkan Bunda ke tanah impian Bunda selama ini. 

Bunda.. 
Terimakasih Ibunda, terimakasih atas cinta dan ketulusan Bunda selama 21 tahun ini menjadi wanita terhebat yang Ananda miliki. Bunda jika masih ada air mata Bunda untuk Ananda, berikan Ibunda. Agar perjalanan Ananda selalu dimudahkan Allah. Ananda tahu Bunda, terimakasih ini rasa nya tidak sebanding dengan seluruh perjuangan Bunda yang jika Ananda tumpahkan ditulisan ini tidak akan muat untuk membahas seluruh pengorbanan Ibunda. Namun inilah Ananda Bunda, anak Bunda yang akan terus berusaha melukiskan senyum di bibir Ibunda. Teruslah  menjadi cahaya untukku Bunda, untuk adik-adikku karena kami bangga memilik Ibu seperti Bunda.
Bunda sebelum tulisan ini berakhir. Ananda ingin mengucapkan " selamat Hari Ibu" Bunda. I Love you Very Love So Much :)

#Karena Seorang Ibu adalah Gua Pertapaan bagi kita, karena seorang Ibu adalah Bidadari bersayapkan Biang lala.
Terus Berbakti sampai akhrit hayat