Aku, Kamu dan LKTI
Karya Tulis Ilmiah atau yang disingkat KTI sering sekali kita dengar mulai dari siswa menengah atas hingga perguruan tinggi.
bicara tentang KTI ada banyak kenangan di dalamnya.
Seperti ceritaku tahun lalu. Semoga menginspirasi :)
Desember 2014 Lalu...........
“Han, yuk ikut LKTI di Unesa.” Suara temanku Santi mengejutkan aku
yang tengah asik nonton.
“Eh, kapan?” Aku melepaskan earphone yang nangkring di telingaku.
“Finalnya tanggal 10 Desember ini.” Santi menantapku.
Aku diam, mengingat-ingat kesibukanku yang masih bergulat dengan
praktikum dan teman-temannya.
‘Hani?”Santi ternyata masih menunggu jawabanku.
“Oke, kapan kita mulai membuatnya. Nanti malam?” Aku menjawab tegas
tawaran temanku yang berasal dari jurusan bahasa Indonesia tersebut.
“Iya, nanti malam.” Santi mengiyakan pertanyaanku.
Dan akhirnya, kamipun bergulat dengan pembuatan LKTI. Prosesnya begitu
singkat dengan berbekal koneksi internet dan buku-buku refrensi, kami lembur dan tidur di perpustakaan asrama. Jangan ditanya
yang namanya nyamuk udah jadi teman ketiga kami berdua.
Alhasil... LKTI selesai dan siap disetor kepembimbing dengan judul
“I_Kon ml_Avis” (Implementasi Konsep
Mobile Learning Audio Visual) For School Phobia.
Karena LKTI ini dikerjakan lintas jurusan, Santi Wahyufi yang
mahasiswa jurusan bahasa indonesia FKIP sedangkan aku mahasiswa jurusan biologi
FMIPA menyebabkan kami bingung menentukan KAJUR mana yang akan menandatangani LKTI tersebut. Hingga setelah berdiskusi akhirnya
kami memilih FKIP sebagai fakultas yang membantu kelancaran proses LKTI ini
dengan dibimbing Ibu Dr. Hj. Dyah Werdiningsih, M. Pd akhirnya LKTI kami siap
dikirim bagian kemahasiswaan Universitas Islam Malang.
.......................
Sambil menunggu pengumuman LKTI tersebut, tak henti-henti kami
berdua berdo’a agar LKTI kami dapat lolos dan dipresentasikan di Surabaya. Aku
akui Santi Wahyufi sosok yang aku kenal 4 tahun lalu, dimana saat itu kami
sama-sama santri baru di asrama tempat kami kenal. Perkenalan kami dimulai saat
penempatan kamar dan kami dinobatkan satu kamar saat itu.
Belum terlalu banyak
mengenalnya, saat memasuki semester 3 kami memutuskan pindah kamar untuk
mencari suasana baru. Baru setelah memasuki semester 5 kami mulai akrab kembali
dengan bermacam-macam cerita, mimpi-mimpi dan harapan-harapan kami yang ternyata memiliki kesamaan. Kami jadi sering
bertukar cerita, cerita mimpi-mimpi kami, patah hati dan banyak lagi. Sosok satu ini
luar biasa semangatnya, entah macam apalah dia memupuk semangat seperti selalu
berkobar.
...................
6 Desember 2014
“Han, ayo kita lihat pengumuman!” Santi menarik tanganku
“Ah, kamu aja San. Aku takut.” Aku menolak Santi. Jujur aku takut
melihat pengumuman itu.
Hampir 1 jam Santi berusaha melihat penguman LKTI tersebut namun
sepertinya ada sistem yang salah hingga akhirnya iya menyerah dan memilih
menenangkan diri dengan tidur.
.......................
Aku mencoba mengotak atik halaman pengumuman LKTI dari UNESA
tersebut, ntah bagaimana prosesnya tiba-tiba saja bisa terdownload. Pelan-pelan
aku buka hasil pengumunan. Bolak-balik aku mencari nama kami hingga mataku
berhenti pada urutan no 7. Ya nama kami ada di sana.
Aku berlari, bergegas membangunkan Santi. Mengabarkan kegembiraan
yang aku yakin sangat iya nantikan.
..................
10 Desember 2014
Kami berangkat dengan 1 tim lain dari universitas yang sama..............
Kami mempersiapkan apa yang harus kami siapkan saat presentasi, mencoba
mempersembahkan yang terbaik untuk kampus tercinta.
Hingga saat pengumuman final dicetuskan. Jatung kami tidak
berhenti berolahraga, deg-degkan tak karuan.
Dan..........Kami belum bisa mempersembahkan urutan terbaik saat itu.
Kecewa? Ya pasti ada....
Tapi....masuk dalam ajang ini dan bisa andil dalam 10 besar adalah
sebuah kebahagian yang mampu membalas kecewa yang kami rasa.
Bukan, bukan juara yang kami cari tapi pengalaman. Karena pengalaman jauh lebih bermakna.
Dari sana kami belajar bagaimana presentasi yang baik, kami belajar menghargai pendapat satu sama lain dan kami belajar
berjuang mewujudkan 1 mimpi kami.
Mengukir pengalaman sebelum kami meninggalkan universitas.
Setidaknya kami punya cerita, kelak saat kami sudah melangkah jauh....
Mengukir pengalaman sebelum kami meninggalkan universitas.
Setidaknya kami punya cerita, kelak saat kami sudah melangkah jauh....
..............................
Teruntuk Ibu Dr. Hj. Dyah Werdiningsih, M. Pd terimakasih telah
memberi ilmu yang bermanfaat ini menerima saya menjadi bimbingan ibu meski dari
fakultas yang berbeda.
teruntuk Ibu Ambar terimakasih telah menemani kami dan menyemangati di ruangan.
Teruntuk Santi Wahyufidingsih, terimakasih telah percaya pada saya
untuk ikut dalam ajang ini. Terimakasih motivasinya ........
......................
Menjelajahlah sejauh mungkin karena ditengah penjelajahan itu, akan
kita temukan banyak pengalaman dan pembelajaran.......
Terimakasih FKIP............
Malang, 14 Agustus 2014
