Blogger Widgets

Rabu, 12 Agustus 2015

Kembali Menggores Kertas

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrrb6c6LR0HRvqYOFZqdkovAOOQJJEQZpV3IqYeBK2-g8aUdLUIQ
Ketika ditanya masalah hobby, apa yang terlintas di benak teman-teman?
Mungkin ada diantara teman-teman yang cepat kilat menjawab, “hobby saya main bola” atau “hobby saya menyanyi” dan masih banyak lagi.
Banyak sekali bukan?, ya hobby begitu banyak. Kadar penilaiannya adalah seberapa sering kita melakukannya.

Suatu ketika seorang teman bertanya, “Hobby kamu apa Han?”
Saat itu yang ada di fikiranku hanya ada dua hal yaitu membaca dan menulis. Spontan aku langsung menjawab pertanyaan temanku.
“berarti tulisanmu banyak Han?” Pertanyaan kedua muncul kembali dari mulut temanku, pertanyaan ini seakan memanah aktivitas ku saat itu dan lebih memilih menatapnya.

Diam.....

“Belum.....” Aku menjawab pelan.
“Bukan kah hobby adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan Han? Seharusnya tulisanmu sudah harus banyak dimuat dimana-mana, dan dipajang di toko-toko buku?” Sepertinya temanku ini belum puas dengan jawabanku.
Aku mencoba mengatur nafas, berusaha setenang mungkin menjawabnya.
“Menulis adalah hobbyku, dimana ketika aku ditanya tetang hobby maka jawabanku adalah menulis. Iya, seharusnya jika hobbyku menulis maka selayaknya pula tulisan-tulisanku berbentuk, dimuat dimana-mana dan memberi banyak manfaat saat dibaca. Tapi.....” Jawabanku terputus.
“Tapi?” Temanku menanti jawabanku sambil menatap penuh harap.
“Tapi aku seperti menodai hobby ku sendiri, dengan beribu-ribu alasan seolah-olah hobby menulis ini hanya sebuah kata yang aku ucapkan saat ditanya tentang hobby. Aku masih belum mampu menciptakan banyak makna dari hobbyku, aku masih berselimut nyaman ketika banyak orang sudah berdiri di atas dengan ribuan mimpinya. Bahkan aku masih belum mampu menggores kertas dengan pena ku sendiri.” Aku menarik nafas panjang dan kurasakan air mata mulai menetes.
“Belum bukan berarti tidak akan pernah Han.” Suara lembut temanku berusaha menenangkan kegilasahan yang ada.

Aku menatapnya.......

“Maka bangkitlah angkat penamu, menggoreslah di atas kertas. Perjalanan mereka di puncak sana bukan tanpa perih luka, air mata. Maka jika dirimu melewati medan yang terjal nantinya, jangan berhenti. Lanjutkan! Hobby bukan sekedar hobby Han. Jadikan hobbymu bermakna untuk oranglain.” Temanku memeluk pundakku erat..........
Terimakasih teman untuk percakapan bermakna ini, termakasih telah mengingatkanku tentang makna kata hobby yang sering kuucapkan.
Dan kini mulailah kembali menggores kertas agar bermakna untuk orang lain.

Malang, 12 Agustus 2015

Sumber gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrrb6c6LR0HRvqYOFZqdkovAOOQJJEQZpV3IqYeBK2-g8aUdLUIQ

Tidak ada komentar: