MAAF DAN TERIMAKASIH
Sunyi, gelap, kabut di langit cakrawala...Melukis layar rindu di tengah samudera perantauan..Untuk mu.. Ibu.... Ku haturkan maaf dan terimakasih..
Maaf atas seluruh peringai yang sering menderai air
matamu...
Maaf atas tutur ucap yang telah menggores di hatimu.....
Maaf beribu maaf hingga detik waktu terus berputar... diri
ini masih belum bisa melukis senyum manis di wajahmu.......
Dan terimakasih Ibu....
Terimakasih telah menjadi gua pertapaan dalam hidup ini..
Terimakasih Ibu...telah mengajariku kuat, tegar seperti
Dandelion...
Terimakasih Ibu...telah menuntunku membaca tabir kisah
Bianglala..
Terimakasih Ibu... Kau biarkan aku berjalan di tengah gurun
sahara, mengembara menghepas asa, melawan setiap kemanjaan, menelusuri ruang
cita yang tinggi...
Terimakasih Ibu.. Kau selimuti aku kekuatan, sekuat batu
karang di lautan...
Melambung cinta, bisa terlahir dari rahimmu Ibu....
Terimakasih tak terhingga untuk cinta, semangat, motivasi
dan materi yang diberi selama ini.........
Jika masih belum ku bersujud di kedua kakimu..maka akan
kulakukan
Ibu...Jika masih ada air mata untuk diri yang durhaka ini..
tumpahkan Ibu...Agar jalan menuju ridho mu, ridho- Nya, surga-Nya lapang
bagi ku...
Malang,
28 Desember 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar